Kenapa Pebisnis Harus Menulis?

Kenapa Pebisnis Harus Menulis?

Bismillah…

Ada sebuah buku best-seller berjudul ‘Start with Why’ yang ditulis Simon Sinek. Isinya tentang betapa powerful-nya sebuah ‘WHY’ dari suatu pekerjaan.

Tiap pekerjaan yang dimulai dari menemukan ‘Why’-nya akan lebih memberikan dampak dan lebih bisa konsisten dijalankan, dibandingkan dengan pekerjaan yang belum ketemu apa ‘why’-nya.

Simon memaparkan, Apple adalah contoh perusahaan yang selalu jelas ‘why’ dari tiap produknya. Untuk lini produk komputer, Simon membandingkan dengan IBM di jaman itu.

Begitu juga halnya dengan menulis.

Saya sudah sangat sering mengingatkan, baik kepada diri sendiri, teman ataupun di media sosial bahwa menulis sangat penting bagi seorang pebisnis.

Kenapa?
Baik, mungkin ini saatnya saya merincikan tiga alasannya.

Yang pertama, menulis menghasilkan ‘clarity‘.
Ketika seorang pebisnis pikirannya ‘clear‘, ia akan dengan jernih melihat sebuah permasalahan yang pada akhirnya ia bisa dengan lebih mudah menemukan dan memilih solusinya.

Masalah yang tidak nyata, mengarahkan pada solusi yang juga tidak nyata.

Yang kedua, menulis melatih fokus, ketekunan, dan disiplin.
Menulis sebagai sebuah kebiasaan adalah hal yang tidak mudah untuk dilakukan. Karena mungkin kita tidak akan melihat hasilnya secara langsung.

Bandingkan dengan lari atau berolah-raga lainnya, yang kalau kita lakukan secara rutin dua bulan saja, pasti kita akan langsung melihat dan merasakan hasilnya.
Tidak demikian dengan menulis.

Dengan membangun habit menulis, sama dengan melatih kesabaran dan ketekunan dalam menjalani bisnis.
Seorang pebisnis harus bisa sabar dalam menekuni bisnis yang dijalaninya. Tidak mudah menyerah, dan bergonta-ganti ke bisnis yang lain.

Yang ketiga, menulis adalah menjual.
Di era digital seperti sekarang, jualan tak lagi sama. Aktivitas sales dan marketing lebih banyak dilakukan melalui media online dengan menggunakan ‘content‘.
Content adalah segala sesuatu yang kita unggah ke Internet. Bisa berupa tulisan (copywriting), gambar, video, audio, tautan, dsb.
Untuk bisa membuat content yang baik, yang menjual, yang mampu menarik minat calon customer maka diperlukan skill menulis yang terus dilatih.

Dalam dunia internet marketing, ada istilah: ‘repurposing content’.
Yaitu mengubah format konten dari bentuk yang satu ke bentuk lainnya.

Dari sebuah blog post di website bisnis, bisa di-repurpose ke dalam format lainnya.
Anda perlu gambar untuk diunggah ke Instagram? Tinggal serahkan tulisan blog tadi ke desainer untuk dibuatkan ilustrasinya.
Anda perlu video animasi penjelasan produk untuk disebar di Youtube? Berikan tulisan blog tadi ke videografer atau animator.
Anda mau bikin talkshow dalam bentuk podcast/audio? Tulisan blog tadi bisa jadi bahan pembicaraan.
Apa lagi?

Bisa dipastikan semuanya berawal dari tulisan. Dan tulisan, pastinya berawal dari menulis.

Nah, kalau semuanya memang berawal dari menulis, kenapa kita gak mulai hari kita dengan menulis di pagi hari?

Ditulis 10 menit menjelang adzan subuh menggunakan aplikasi The Most Dangerous Writing App ,diedit menggunakan WordPress.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *