Liking

Liking

Bismillah…

Akhirnya nyampe juga di tahap terakhir dari langkah-langkah membangun (good) habit: LIKING.
Yang berarti juga seri terakhir dari #OnePercentBetterEveryday .

Btw, kalau terlewat empat tulisan sebelumnya, silakan menuju postingan sebelumnya:
1. Pendahuluan >> http://bijak.putranto.com/satu-persen-lebih-baik/
2. Noticing >> http://bijak.putranto.com/noticing/
3. Wanting >> http://bijak.putranto.com/wanting/
4. Doing >> http://bijak.putranto.com/doing/

Sebaiknya jangan masuk ke tahap LIKING ini sebelum pahami dan selesaikan tahap-tahap sebelumnya ya.

Sekarang kita mulai pembahasannya…

Ketika kita mulai melakukan (DOING) behavior yang kita niatkan, tantangan berikutnya adalah gimana supaya tetep konsisten dan menjadi habit.

Satu-satunya alasan kita mengulang lagi behavior tersebut adalah karena kita menyukainya.
Untuk bisa menyukainya, maka kita harus mendapatkan “reward” dari apa yang kita lakukan.

Kalau kita gak menikmati pengalaman dari melakukan behavior tersebut, maka kita gak akan mungkin bisa konsisten.

Masalahnya, good habit itu reward-nya gak langsung datang sekarang, tapi cost-nya harus dibayar sekarang juga.
Contoh: mulai workout hari ini, maka hasilnya mungkin baru kelihatan tiga bulan lagi. Tapi capeknya, pegelnya, atau mungkin keluar uang untuk membership gym-nya harus dibayar SEKARANG juga.

Bad habit sebaliknya.
Reward akan kita dapatkan saat ini juga, sementara konsekuensi yang harus dibayar baru kerasa beberapa bulan setelahnya.
Misal: kita suka banget ngemil micin sambil kerja, enaknya langsung kerasa sekarang kan?
Harga yang dibayar berupa badan tambah gemuk, otak tambah lemot baru kerasa mungkin dua-tiga bulan lagi.

Seth Godin pakar marketing & penulis buku2 best-seller pernah bilang gini:
“The best way to change long-term behavior is a short-term feedback.”

Jadi yang harus kita lakukan adalah: menghadirkan “reward” ke saat ini juga.
Salah satu caranya adalah menggunakan “The Seinfeld Strategy“, yang dirumuskan oleh Jerry Seinfeld seorang komedian terkenal.

Jadi, suatu hari waktu Seinfeld sedang mengisi stand-up di sebuah klub, seorang fans bernama Brad Isaac bertanya apakah Seinfeld mempunyai tips untuk komik pemula.

Dan ini jawaban Seinfeld:
“the secret of being a better comedian is to write better jokes, and secret to writing better jokes is writing EVERY DAY.”

Lebih detil, Seinfeld menjelaskan caranya.
Pasang sebuah kalender besar di dinding, tiap berhasil melakukan behavior yang ditargetkan, letakkan sebuah tanda ‘X’ di tanggal hari itu.
Setelah beberapa hari, deretan tanda ‘X’ tadi akan membentuk sebuah rantai.
Misi utamanya adalah jangan sampai rantainya putus; DON’T BREAK THE CHAIN!

Tanda X di kalender, adalah reward terkecil yang bisa kita dapatkan langsung saat itu juga begitu kita selesai mengerjakan behavior yang ditargetkan.

Trus gimana kalau akhirnya rantainya putus?
Keep going, back on track…jalanin lagi aja.
Mereka2 yang sudah sukses juga kadang putus rantainya koq, tapi mereka lanjutin lagi.
Itu bukan masalah besar, yang penting jangan sampai gagal dua hari berturut-turut.

Kita bisa aja bikin sistem reward sendiri versi kita.
Contohnya, dulu pernah ada cerita yg viral di Facebook, seorang suami berusaha berhenti merokok, dan uang rokoknya ditabung. Setelah beberapa bulan, tabungannya bisa buat beli motor bekas. ?

Ship of Theseus

Jadi ada sebuah mitos, yang biasa dikenal dengan ‘Ship of Theseus‘.
Theseus adalah seorang raja tokoh mitologi Yunani kuno. Dia punya kapal yang digunakan bertahun-tahun.

Selama dipakai, tiap ada bagian kapal yang rusak, diganti yang baru. Bagian yang rusak tadi diperbaiki dan dijadikan bahan untuk membangun kapal yang lain.

Setelah 30 tahun, seluruh bagian kapal Theseus tadi sudah berganti, dan tidak memiliki sama sekali bagian yang sama dengan kapal waktu pertama kali dibikin.
Apakah kapal tersebut masih bisa disebut kapal Theseus?

Sementara bagian dari kapal Theseus yang digunakan untuk membangun kapal yang lain, apakah kapal lain itu lebih pantas disebut Ship of Theseus?

Poinnya, kita bisa menjadi “kapal baru” dengan mengubah bagian demi bagian, behavior demi behavior, habit demi habit, di hidup kita, dengan konsistensi dan repetisi.

Dengan mengubah habit, tidak hanya mengubah HASIL tapi juga mengubah IDENTITAS kita.

Perubahan sesungguhnya bukanlah perubahan behavior, bukan juga perubahan proses, atau perubahan hasil…melainkan perubahan identitas.

The goal is not to run a marathon; the goal is to become a RUNNER.
The goal is not to write a book; the goal is to become a WRITER.

Dan cara untuk BEING something atau BECOMING someone, adalah dengan DOING something.

Semoga dengan mengubah habit, kita bisa mengubah hidup kita.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa yang ada pada diri mereka.” (QS 13:11)

Selamat menjadi diri yang baru… ?

[THE END]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *