Noticing

Noticing

Bismillah…

Kemarin saya cerita tentang resolusi tahun baru yang sudah usang dan sebaiknya diganti dengan yang-menurut banyak penelitian-lebih berdampak: HABIT.
Membangun (good) habit, adalah seperti menjadi 1% lebih baik setiap hari.

Langkah pertama untuk membangun habit adalah: NOTICING.

Tahapan ini sebenernya sudah sering kita lewati.
Kita notice atau ‘ngeh’ kalau:
-minum air putih lebih sehat daripada minuman bersoda
-puasa dan olahraga bagus buat kesehatan
-merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan & janin,
-…dsb.

Jadi, kita gak mungkin melakukan good habit kalo gak tahu manfaatnya, atau kita gak mungkin menghindari bad habit kalau gak tahu konsekuensinya.
Ke-ngeh-an terhadap manfaat dan konsekuensi ini lalu memunculkan niat atau intention.

Psikolog Peter Gollwitzer memperkenalkan konsep ‘implementation intention‘ pada tahun 1999 untuk membantu dalam proses pencapaian goal atau perubahan behavior dan habit.
Prinsip sederhananya adalah: TRACK HOW OFTEN YOU DO EXERCISE.

Di sebuah penelitian, ada tiga kelompok yang diminta melakukan latihan yang sama.
Yang beda adalah perlakuannya.

Kelompok 1 (control group) diminta untuk mencatat SEBERAPA SERING mereka melakukan latihan.
Kelompok 2 (motivated group) diminta untuk mencatat JENIS LATIHAN BARU YANG DILAKUKAN dan akan diberikan motivasi terkait latihan tersebut.
Kelompok 3 (intention group) diminta untuk menuliskan RENCANA SPESIFIK sebelum melakukan latihan, contohnya seperti ini:

During the next week, I will partake in at least 20 minutes of vigorous exercise on [DAY] at [TIME OF DAY] at/in [PLACE].


Hasilnya, yang konsisten tetap melakukan latihan adalah sebanyak:
Kelompok 1: 38%
Kelompok 2: 35%
Kelompok 3: 91%

Ternyata dengan menuliskan rencana waktu dan tempat untuk melakukan suatu behavior, akan meningkatkan 2-3 kali lipat kemungkinan behavior itu dilakukan.

Disaat kita sering ngeluh kekurangan motivasi, kenyataannya, kita sebenernya kekurangan CLARITY.
Yang kita perlukan cuma kejelasan dalam menetapkan target.
Saya suka dengan quote ini:
Give your goals a time and place to live in the world.”

James Clear punya sebuah latihan lain yang bisa gunakan untuk meminimalisasi kegagalan dalam membangun habit, namanya: The Failure Premortem.
Caranya:
Bayangkan 6 bulan dari sekarang, kita gagal meraih apa yang kita targetkan.
Tuliskan cerita tentang bagaimana hal itu terjadi. Apa yang menyebabkan kita gagal?

Dengan menuliskan hal-hal yang mungkin bisa menyebabkan sebuah target gagal, kita bisa melakukan pencegahan dini dan menghindarinya.


Ok, jadi kesimpulan untuk tahap NOTICING adalah ini:
Sulit untuk mengubah sesuatu, JIKA kita tidak ‘ngeh’ atau menyadarinya.
Dan cara untuk menjadi sadar (aware) adalah: membuat rencana spesifik tentang apa yang akan terjadi.

Tugas manusia memang cuma membuat rencana.
Tapi kalau rencana saja gak ada, ya gak bakal kemana-mana juga.

Selamat membuat rencana…

[to be continued, insya Allah]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *