Sekolah Ramah Anak

Di sekolah Ziahaura & Dzunnurayn (PAUD Pelangi Nusantara), rutin diadakan pertemuan orang tua dan guru. Di acara yang biasanya diadakan rutin dua kali tiap semester ini orang tua diajak ‘sekolah’ lagi, belajar bagaimana menjadi ortu yang (lebih) baik dengan ilmu-ilmu seputar parenting yang memang harus dicari sendiri.

Kebetulan karena ummah-nya anak-anak lagi ada acara dan anak-anak juga pengen ikutan, jadinya Saya yang berangkat ke Parents Meet & Talks kemarin sore. Alhamdulillah, dapat takeaway berupa pengetahuan tentang ‘Sekolah Ramah Anak’ dari  bu Nunik (kepsek Pelangi Nusantara).

Apa sih Sekolah Ramah Anak?

Ringkasnya, sekolah ramah anak adalah sekolah yang ramah pada otak dan jantung anak.

Ramah otak artinya sekolah mengajarkan kepada anak materi yang memang sesuai dengan usia dan tahap perkembangannya. Tidak terlalu cepat juga tidak terlalu lambat.

[tagline]Kalau memang belum waktunya belajar membaca, ya tidak perlu diajarkan membaca.[/tagline]

Sedangkan ramah jantung maksudnya sekolah memberikan kenyamanan pada anak sehingga proses belajar (sambil bermain) bisa lebih menyenangkan.

Proses belajar yang conherence akan menumbuhkan emosi positif, yang pada anak bisa merangsang keluarnya hormon baik (dopamine, endhorpine, oxytocine, dan serotonine) yang berguna untuk memperkaya pertumbuhan neokorteks.

Sebaliknya, proses belajar yang incoherence dapat menimbulkan emosi negatif, yang juga menstimulus keluarnya hormon (cortisol & adrenaline) kemudian mengaktifkan batang otak dan pada akhirnya membunuh sel-sel otak memori.

Meskipun konteksnya adalah sekolah ramah anak, namun ternyata ini bukan saja tugas guru. Peran orang tua juga sangat diperlukan. Guru dan orang tua harus bekerja sama.

Wah, berat ya?!!

Tenang, ada tips & trik agar sekolah ramah anak bisa dicapai. Intinya, kenyamanan itu bisa diusahakan. Bangun persepsi positif tentang sekolah, guru, dan teman. Sekolah adalah tempat bermain (yang dalam bermain itu anak-anak mengalami proses belajar), guru bukan monster yang harus ditakuti (hati-hati ortu yang suka nakut-nakutin anak sambil ngancem bawa-bawa nama bu guru), dan teman membuat bermain jadi lebih senang.

[quote name=”7 Years, Lukas Graham”]Once I was 7 years old, my mama told me go make yourself some FRIENDS or you’ll be LONELY.[/quote]

Kalau udah nyanyinya, kita lanjut lagi ya… :p

Kenyamanan pada anak di sekolah dimulai ketika pagi hari orang tua mempersiapkan anak-anak berangkat sekolah. Mandi dan sarapan adalah faktor yang jangan sampai dilupa. Ada perbedaan antara anak-anak yang mandi & sarapan sebelum sekolah dengan anak-anak yang melewatkannya.

[quote align=”alignright” name=”Google Philosophy”]You can be serious, without a suit.[/quote]
Di Pelangi Nusantara, memang tidak ada seragam baik untuk playgroup maupun TK. Hal ini agar anak-anak bisa mengenakan pakaian yang nyaman. Apalagi anak sedang dalam masa toilet training, sehingga diusahakan pakaian yang dipakai tidak terlalu ketat supaya lebih mudah dilepas. Anak-anak biasanya saking senangnya bermain, sampai menunda ke toilet dan tahu-tahu ketika injury time belum sempat lepas celana sudah bochor.
Kalau Saya, suka anak-anak tidak perlu pakai seragam, karena berarti anak-anak tidak diproyeksikan suatu saat bekerja menggunakan seragam. Life’s short, be an Entrepreneur!

Yang terakhir, yang perlu dipersiapkan ortu sebelum berangkat sekolah adalah bekal (snack) yang ramah anak. Sebaiknya jangan bawakan chiki (dan merk lain sejenis), permen, dan makanan ber-MSG. Di Pelangi Nusantara, makanan yang disediakan juga bukan makanan instan. Terima kasih bu Puji & bu Surya yang sudah memasak untuk anak-anak 🙂

Nah, tiba waktunya sampai di sekolah maka tugas dan tanggung jawab guru untuk menciptakan kesan (ramah) pertama pada anak-anak. Ada formula yang harus guru lakukan saat menyambut anak. Saya singkat dengan 4S: Senyum, Salam & Salim, Sapa dan Screening.

Terakhir, ketika proses belajar berlangsung yang bisa guru lakukan adalah selalu memberikan pesan yang ramah anak: pesan positif dengan pilihan diksi positif diiringi dengan intonasi positif.

Sampai disini, ada yang mau ditanyakan ayah & bunda? 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *