Tentang Hosting dan Domain

Salah satu hal yang sering ditanyakan oleh banyak teman-teman pengusaha adalah:

[tagline]berapa sih biaya untuk membangun sebuah website bisnis?[/tagline]

Ok, Saya mengerti bahwa kerjaan utama seorang pengusaha adalah membesarkan bisnisnya, bukan fokus di urusan teknis membangun website. Tapi sebagai marketer utama di bisnis,seorang pengusaha minimal tahu hal-hal pokok tentang teknologi web yang juga salah satu perangkat marketing di era digital.

Basically, untuk membangun sebuah website hanya dibutuhkan 2 hal: (1) Hosting dan (2) Domain.

Hosting adalah tempat menyimpan semua file dari website. Bayangkan Anda memiliki sebuah restoran, maka Anda harus memiliki (atau menyewa) tanah dan bangunan tempat bisnis Anda dijalankan.

Sementara domain adalah alamat spesifik untuk mengakses file-file website yang diletakkan di hosting. Domain ini ibarat jalan yang membuat customer datang ke lokasi restoran Anda. Bayangkan jika Anda membangun restoran di tengah hutan belantara yang tidak ada satupun jalan akses menujunya, seperti itulah ibaratnya jika Anda tidak memiliki domain.

Tulisan yang sedang Anda baca ini adalah sebuah konten (file) yang disimpan di sebuah hosting di suatu tempat, dan Anda bisa mengaksesnya melalui domain putranto.com dengan subdomain bijak.

[tagline]apakah harus membeli domain dan hosting dari satu provider?[/tagline]

Tidak.

Domain dan hosting bisa dibeli secara terpisah. Pembelian domain berlaku per 1 tahun, sementara untuk hosting bisa berlangganan per 1 bulan. Namun beberapa provider memberikan domain gratis jika Anda berlangganan hosting selama 1 tahun.

[tagline]setelah saya memiliki hosting dan domain, apakah berarti saya sudah memiliki website?[/tagline]

Begini. Setelah Anda menyewa ruko di sebuah jalan utama di tengah kota, apakah Anda lantas langsung memiliki restoran? Tentu tidak, karena diperlukan furniture, perangkat dapur, dan sistem yang berjalan untuk bisa dikatakan bahwa Anda memiliki restoran.

Di hosting yang Anda miliki harus disimpan file-file dan dioperasikan sistem aplikasi sehingga nanti pada akhirnya menjadi sebuah website.

Kalau Anda harus mengeluarkan investasi untuk hosting dan domain, maka begitu juga dengan sistem aplikasi website Anda. Bedanya, Anda tidak harus berinvestasi dengan uang untuk membuat website.
Maksudnya? Ya, Anda bisa berinvestasi dengan waktu yang Anda miliki untuk belajar cara membuat website. Karena saat ini sangat banyak tutorial dan panduan membuat website yang bisa didapat secara gratis di Internet, khususnya Google dan Youtube.

[tagline]apakah saya tidak bisa hanya berinvestasi waktu saja untuk memiliki hosting dan domain?[/tagline]

Sangat bisa!

Anda tinggal menunggu saja sampai Anda sendiri yang memiliki perusahaan hosting, atau Anda bisa subscribe di layanan email dari provider hosting dan tunggu sampai ada promo gratis hosting dan domain. 😀

[tagline]mmm…apakah saya sebenarnya harus memiliki website untuk bisnis Saya?[/tagline]

Tidak.

Penjelasannya, insya Allah, di seri tulisan berikutnya. 🙂
Jika Anda masih memiliki pertanyaan seputar hosting & domain, atau sekedar ingin berkonsultasi tentang website dan digital marketing, sila hubungi saya melalui komen di bawah.

Kenapa bijak.me?

Saat ini memilih sebuah brand tidaklah semudah sebelumnya. Karena kita perlu memastikan bahwa brand tersebut belum dipakai oleh orang lain, setidaknya di dua hal: alamat domain dan akun Twitter. Kepemilikan terhadap dua hal tersebut menjadi sangat penting, karena seolah kita memiliki legitimasi terhadap terhadap sebuah nama, meskipun kita belum mendaftarkannya secara legal di instansi yang menangani HaKI. Masih segar dalam ingatan, ketika Facebook membeli alamat domain fb.com yang kalau tidak salah nilainya mencapai milyaran rupiah. Karena nama begitu berharga.

Kalau alamat domain, mungkin kita bisa memvariasikan dengan ekstensi yang berbeda selain yang familiar tentunya (.com, .net, .org). Ada TLD (Top Level Domain) yang mencirikan negara (.us, .in, .sg). Namun di Twitter, susah rasanya saat ini untuk mendapatkan nama yang benar-benar sesuai dengan keinginan kita. Karena biasanya ada saja orang yang me-reserved akun Twitter tertentu, namun tidak digunakan. Mungkin ingin dijual suatu saat nanti ketika ada yang menginginkannya. -_-

Mempunyai nama yang, meskipun tidak umum untuk orang Indonesia, tapi sangat sering dijumpai di buku-buku pelajaran agama, PPKn, atau ilmu sosial, membuat Saya pasrah ketika alamat domain bijak.com, bijak,net, atau bijak.org sudah diambil orang lain. Apalagi Saya lumayan telat ta’aruf sama Twitter. Jadilah Saya bingung ketika mau membeli alamat domain baru untuk bijakfajar.wordpress.com.

Akun Twitter Saya: @bijakfputranto, tapi rasanya untuk sebuah alamat domain, bijakfputranto.com kurang oke, disamping juga agak ribet kalau di jalan ketemu wartawan lantas ditanya: “mas bijak, alamat blog-nya apa?” :p
Jadi, nama domain yang simple WAJIB hukumnya. Karena Saya ga mau repot mengurusi hostingan, jadilah tetap pakai blog yang di-host di wordpress.com, namun dengan alamat domain yang disediakan oleh WordPress. Dan hanya domain [dot]me saja yang tersisa untuk ‘bijak’. Tanpa pikir panjang, ya terbelilah akhirnya domain bijak.me ini.

Belakangan, Saya jadi memikirkan filosofi dari domain bijak.me. Banyak yang bisa dipaksakan ternyata 😀

Domain [dot]me yang sebenernya ccTLD untuk Montenegro, bisa diartikan sebagai ekspresi personal. It’s me! Di situs domain.me yang mempromosikan penggunaan domain [dot]me, juga di-brandingkan “Express Yourself.” Selain itu juga sudah banyak situs populer yang menggunakan domain ini, sebut saja: About.me, Connect.me, Formspring.me, Tango.me. WordPress dan Facebook juga menggunakan domain [dot]me untuk link-shortener. Meskipun begitu, di Twitter domain [dot]me tidak dianggap link (harus pakai tambahan http:// di depannya untuk bisa jadi link).

Sesuai dengan filosofi [dot]me yang ‘Express Yourself’, blog ini (sekali lagi) memang lebih banyak berisi hal-hal pribadi, meskipun sedikit demi sedikit Saya belajar menulis artikel umum yang bisa dikomersilkan. Domain bijak.me juga bisa dipaksakan sebagai gelar yang suatu saat nanti mungkin Saya sandang: Bijak, Master in Entrepreneurship (ME). Amiin. 😀

-Minggu pagi. Sendiri. Sudah mandi. Akhirnya bikin postingan ini.-