Satu Persen Lebih Baik

Satu Persen Lebih Baik

Bismillah…

Minggu terakhir di tiap tahun gini biasanya rame pembahasan “bolehkah muslim merayakan Tahun Baru?”, ya gak? Hehehehe…
Ya silakan aja yang mau debat di medsos, asalkan tetep rukun di dunia nyata ya. ?

Saya sendiri udah hampir 13 tahun gak ngerayain Tahun Baru (masehi).
Bukan apa-apa, gak ngerasa ada manfaatnya aja. Yang ada banyakan mudharatnya.

Istri saya, dua tahun terakhir selalu dapat giliran piket di rumah sakit tiap malam pergantian tahun.
Dan pasti ada lonjakan jumlah orang yang masuk UGD karena kecelakaan lah, mabuk trus berantem lah, dll.

“Lha tapi kan bisa ngerayain di rumah?”
Ya monggo, tapi ya enakan tidur kali. Paginya bisa segar bugar. Semangat awal tahunnya bisa lebih dapet.

“Lha tapi kan bisa jadi momen buat bikin resolusi?”
Nih saya kasitau, menurut banyak riset, 92% resolusi tahun baru GAGAL.
Ngapain capek2 bikin kalo pada akhirnya gak kepake, ye kan? ?

“Trus gimana dong? Masa’ tahun baru gak ngerencanain apa-apa?”
Gini, meskipun saya gak ngerayain tahun baru, tapi saya berusaha untuk terus melakukan evaluasi.
Bukan cuma setahun sekali, bahkan hampir tiap hari.

Anda boleh saja bikin resolusi tahun baru. Itu hak Anda.
Tapi itu aja gak cukup. Anda butuh sebuah “sistem”.
Sistem yang bisa membuat Anda, 1% lebih baik setiap hari selama 365 hari ke depan.

Ada sebuah hadits yang cukup populer di masyarakat kita:
“Barangsiapa yang harinya sekarang lebih baik daripada kemarin maka dia termasuk orang yang beruntung. 
Barangsiapa yang harinya sama dengan kemarin maka dia adalah orang yang merugi. 
Barangsiapa yang harinya sekarang lebih jelek daripada harinya kemarin maka dia terlaknat.”

Hadits di atas sebenernya sanad-nya lemah, tapi secara esensi ya ada benernya juga.

Lantas gimana caranya jadi 1% lebih baik setiap hari?
Ini >> BY BUILDING A (GOOD) HABIT.

Daripada bikin resolusi turun berat badan sampai 20kg, lebih baik bikin jadwal lari/sepedaan rutin, install aplikasi workout atau daftar membership gym.

Jadi, tinggalin dulu soal resolusi yang udah usang itu. Coba lakukan research, gimana cara membangun sebuah habit.
Sudah sangat banyak blog yang membahas koq.

Kalau saya, suka dengan penjelasan dari James Clear (mantan bodybuilder yg sekarang jadi penulis).
Ada 4 tahapan untuk membangun sebuah habit:
1. Noticing
2. Wanting
3. Doing
4. Liking

Detilnya, insya Allah, saya bahas selama 4 hari ke depan, sampai 31 Desember.
Jadi pas masuk tanggal 1 Januari, kita sudah sama-sama siap ngebangun diri kita yang baru.

 


Tulisan ini diambil dari status Facebook Saya di sini:

Tentang Resolusi Tahun Baru

Hari terakhir di 2015.

Trending topic menjelang tahun baru biasanya dan bisa dipastikan adalah: RESOLUSI. Kalau kamu gak ikut-ikutan tren ini, kemungkinannya hanya dua: sudah cukup bosan dengan resolusi tiap tahun yang tidak pernah tercapai atau menganggap perayaan tahun baru Masehi adalah bid’ah, tidak islami dan sesat.

Saya sendiri hari ini mengosongkan (dan membatalkan) semua agenda  hanya untuk fokus muhasabah dan membuat rencana setahun ke depan. And I’m super excited! Untungnya hari ini istri jadwal jaga malam, jadi bisa skip dulu dari rumah dan cari tempat tongkrongan yang nyaman.

Tahun 2015, Saya akui adalah tahun terberat yang pernah Saya jalani. Dan ketika menengok akhir tahun lalu, memang benar bahwa 2015 tidak Saya rencanakan dengan baik.
Waktu itu di Desember 2014, saat Saya masih bekerja di salah satu BUMN, Saya dipindah secara tiba-tiba dari unit “surga” (karena Saya menikmati pekerjaannya) ke unit “neraka” (yang job desc-nya tidak saya suka). Kondisi ini membuat Saya frustasi, kecewa, sedih, marah, karena merasa “dibuang”. Akibatnya, pergantian tahun Saya lewati dengan meratapi nasib sial. Jangankan resolusi, bahkan target-target kecil saja tidak ada untuk tahun 2015. Hanya satu keinginan yang terbesit: resign & pensiun sebagai karyawan. Sampai-sampai hampir semua password akun socmed dan aplikasi saya ganti menjadi: ‘retired2015‘!
Meskipun kemudian Saya mampu bertahan tiga bulan di unit “neraka”,  akhirnya Saya menyerah dan benar-benar retired (dari perusahaan itu) di tahun 2015. Hati-hati dengan keinginanmu!

Sekarang 2016 hampir menjelang, mari mulai langkah baru dengan perencanaan yang lebih baik. Tema Saya di 2016 adalah FOCUS (to build business & expertise). Kurang lebih 9 bulan Saya meniti jalan entrepreneurial, Saya masih coba banyak hal, mencoba menemukan mana jalan terbaik. Mungkin Saya akan mengganti password akun di aplikasi dan socmed menjadi ‘focus2016’ :p

Kembali ke topik resolusi tahun baru, ada sebuah notes dari Dewa Eka Prayoga yang wajib dibaca (pelan-pelan) dan dipraktekkan cara (baru) yang benar dalam membuat resolusi. Silakan baca di sini, atau jika suatu saat notes tersebut dihapus, Saya sudah mem-back up-nya di sini.

Untuk Resolusi 2016 Saya sendiri, insya Allah akan Saya posting di sini. dengan format yang disarankan oleh Dewa Eka Prayoga. Tapi sepertinya nanti tidak Akan Saya buka untuk umum, hanya untuk konsumsi pribadi dan orang-orang terdekat saja. Kalau sampai akhir tahun depan Saya masih hidup, insya Allah Saya akan review mengenai keberhasilan resolusi 2016 ini.

Jadi, apa RESOLUSI-mu?