Wanting

Wanting

Bismillah…

Masih dalam seri tulisan #OnePercentBetterEveryday, kali ini saya akan ngebahas tahapan kedua dalam membangun habit: WANTING.

Kalau terlewat dua tulisan saya sebelumnya, boleh baca-baca lagi,
di sini >> http://bijak.putranto.com/satu-persen-lebih-baik/
dan di sini >> http://bijak.putranto.com/noticing/

Penjelasannya Saya mulai dengan sebuah penelitian yang dilakukan di Massachussets General Hospital oleh beberapa peneliti dari Harvard University.
Di ruangan kafetaria rumah sakit, ada TIGA kulkas showcase yang berisi air soda dan DUA dispenser air putih yang letaknya menyebar di sekeliling ruangan.

Ceritanya mereka ingin bereksperimen, mau mengubah habit orang tanpa harus meminta-nya atau memberikan motivasi kepada mereka.
Yang kemudian dilakukan oleh peneliti adalah meletakkan air mineral di dalam kulkas showcase, masih bersama dengan air soda. Itu saja.

Hasilnya?
Setelah enam bulan, ada peningkatan 25% orang yang minum air mineral dan penurunan 11% orang yang minum soda.

Ditanyakan kepada beberapa orang di kafetaria (sebagai sample), kenapa mereka meminum air mineral atau soda.
Mereka menjawab karena suka, atau lebih suka atau alasan lainnya.

Tapi faktanya, MEREKA MEMILIH MELAKUKAN SESUATU KARENA MEREKA DITAWARKAN HAL ITU.

Ini juga yang jadi alasan, kenapa awalnya kita lagi gak butuh beli sepatu baru, begitu muncul iklan sepatu di news feed Facebook, akhirnya kita beli juga. Ya gak? 

JADI, lingkungan seringkali mempengaruhi perilaku kita.
Kita menginginkan sesuatu simply karena memang ada pilihan, yang ditaruh di depan mata kita.

Sisi baiknya, daripada menjadi “korban” dari lingkungan, kita bisa menjadi “arsitek” atau “desiner”-nya.
Kita bisa mendesain supaya good behavior lebih mudah dilakukan, dan bad behavior lebih sulit dikerjakan.

Kalau mau menghilangkan kebiasaan ngemil waktu kerja, ya jangan taruh kudapan di meja kerja.
Kalau mau menghilangkan kecanduan socmed, taruh aplikasi socmed dalam folder trus ditaruh di screen paling belakang, kalo perlu pake password.

Kalau mau rajin lari, siapkan kostum, sepatu, dan printilan lainnya di malam sebelumnya, termasuk ngecas HP sampe full.
Kalau mau rajin nulis, setting writing app jadi yang pertama kali nongol waktu buka laptop.
Dsb…

Kalau saya sendiri, ini contoh yg sudah dilakukan 2 tahun belakangan ini:
– gak pasang TV di rumah, menghindarkan anak2 dari kecanduan nonton.
– pasang yoga mat & cermin di salah satu kamar, supaya rajin home workout.
– ngisi botol minum isi air putih, ditaruh di mobil, meja makan, meja kerja, kamar, dll

Susah untuk punya habit positif secara konsisten, di lingkungan yang negatif.
Mungkin kita bisa punya motivasi sangat besar, sekali dua kali, untuk melawan kemalasan.
Tapi kalau cuma bergantung sama willpower, bakalan susah untuk bisa menjaga konsistensi & istiqomah.


Jadi inti dari stage WANTING ini adalah: PERPENDEK LANGKAH MENUJU GOOD BEHAVIOR YANG MAU DIBANGUN dan PERBANYAK LANGKAH KE BAD BEHAVIOR YANG INGIN DIHILANGKAN.

Selamat mendesain ulang…

[to be continued, insya Allah]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *